Sebagaimana saya yakin dan percaya bahwa serial komik Candy-Candy (Yumiko Igarashi-Kyoko Mizuki) 

terinspirasi oleh novel Daddy Log Legs (Jean Webster), 

maka saya juga sangat yakin bahwa The Twilight Saga (Stephenie Meyer) - yang novelnya lumayan enak dibaca tapi filmnya super membosankan itu - 

terinspirasi dari Tuck Everlasting (Natalie Babbitt). 

Twilight bercerita tentang Edward yang vampir dan Bella yang manusia dan Bella punya pilihan untuk hidup abadi (tapi jadi vampir) atau tetap jadi manusia (dan kita tau pilihan bodoh mana yang dia ambil. Kenapa saya bilang bodoh? Ngapain amat sih cuma buat seorang cowok aja sampe segitunya, gitu loh..)
Tuck Everlasting bercerita tentang Winnie yang manusia dan Jesse (Tuck sekeluarga) yang immortal karena minum air keabadian.
Winnie pun punya pilihan untuk tetap menjadi manusia atau menjadi abadi.
Bedanya, Tuck Everlasting SANGAT BAGUS dari segi penceritaan dan pemikiran.
Jadi ya, ibu-ibu yang punya anak remaja perempuan, coba kasih mereka baca novel Tuck Everlasting dulu, baru Twilight.
Bagus untuk membentuk selera dan menambah kosa kata dalam menggambarkan ekspresi wajah dan emosi daripada hanya 'memutar bola mata', blah!

Daddy Long Legs 


dan Tuck Everlasting 


keduanya sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan diterbitkan oleh Penerbit Atria.

Kalau kamu malas membaca, Tuck Everlasting udah ada DVD-nya. Nggak kalah indah kok, dari novelnya, walaupun di sini umur Winnie dan Jesse disamain jadi 17 tahun ^_^
Dan btw harusnya posting ini jangan dikasih label 'resensi buku' ya, tapi 'resensi buku (?)', hehehe.. 

0 komentar: